A. MASYARAKAT PEDESAAN
1. Masyarakat Perkotaan
a. Pengertian
masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi
tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang
interdependen (saling tergantung satu sama lain).
b. Masyarakat perkotaan dan ciri
ciri masyarakat perkotaan
Masyarakat
perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih
ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan. Ciri-ciri masyarakatnya :
1, Kehidupan
keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
2, Interaksi
yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada
faktor pribadi
3, Pembagian
waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan
individu
c.
Perbedaan desa dengan kota
Dalam
masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural
community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994),
per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian
masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu
desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
d.
Hubungan desa dengan kota
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu
sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan
yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan.
Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan
pangan seperti beras, sayur¬mayur, daging dan ikan.Desa juga merupakan sumber
tenaga kasar bagi jenis¬jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh
bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan
raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja
musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan
di bidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka
merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
e.
Aspek negatif dan positif
1.
Dampak Positif
Dalam
hal ini desalah yang menempati peringkat paling atas dalam kepemilikannya untuk
hal yang positif. Diantaranya adalah kebersamaan yang kental diikuti dengan
gotong-royong, kepedulian antara tetangga, kerja keras mereka dalam mendapatkan
penghidupan, kehidupan sehari-hari mereka yang tenang dan saling menghormati
antara sesame. Kadangkala ada yang menyatakan bahwa masyarakat desa lebih malas
dibanding masyarakat kota yang terus bekerja keras demi mendapat makan, hal
tersebut salah karena sebenarnya masyarakat kotalah yang malas dalam melakukan
sesuatu mereka bekerja keras dengan pikiran mereka sehingga tampak lelah dari
luar namun kerja keras mereka hanya membuat keterpurukan pikiran mereka dalam
bersosialisasi yang selalu menginginkan gampangnya saja sedangkan masyarakat
desa setiap waktu selalu bekerja keras dengan tenaga dan pikiran mereka serta
belajar bersabar dengan hidup, seperti contoh dalam memanen memerlukan waktu
yang panjang untuk dapat memanen hasil bumi dan dibutuhkan kerja keras saat
menanamnya serta kesabaran dalam menuainya. Walaupun begitu masyarakat kota
juga memiliki hal positif yang dapat dipetik dalam kehidupan mereka, yaitu
informasi, pengetahuan, teknologi dan kedinamisan mereka dalam berkembang.
2. Dampak Negatif
Dalam
hal kenegatifan suatu komunitas, kotalah yang menempati urutan pertama dalam
tingkat kesadaran masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakatnya yang beragam
dan kondisi social dari lingkungan kota itu sendiri, dengan berbagai pengaruh
yang berasal dari berbagai sumber serta bidang yang menyertainya. Sisi negative
dari kota dapat dilihat dari kebersamaan masyarakatnya yang kurang dan biasanya
akan tercipta kelompok-kelompok tertentu yang memiliki perbedaan pandangan,
kepedulian yang makin berkurang diantara sesama juga merupakan salah satu hal
yang seharusnya perlu dihindari. Hal-hal tersebutlah yang biasanya akan
menyebabkan pertikaian diantara kelompok tertentu dengan mengrsampingkan
norma-norma yang ada. Sedangkan di pedesaan hal negative yang dapat terlihat
adalah masyarakat desa yang kurang dalam mendapat informasi actual dan disusul
dengan keterlambatan mereka dalam menerima informasi karena kondisi wilayah
atau geografis desa mereka, serta pemahaman mereka mengenai hal baru yang ada
di dunia.
2. Masyarakat Pedesaan
a.
Pengertian desa dan ciri ciri nya
Yang
dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai
berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu
masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro,
desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan
kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan
pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Ciri cirinya :
a. Afektifitas ada
hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan.
Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati
terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
b.
Hakikat dan sifat masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah
ramah. Biasanya
adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.
adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.
c. Kegiatan pada masyarakat pedesaan
a. Program Prioritas
-.Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan
- Program Pembinaan Pemrintahan Desa
- Program Pengembangan Ekonomi Perdesaan
- Program Pemberdayaan Pemerintahan Desa/Kelurahan
- Program Peningkatan Kelembagaan di Perdesaan
b. Program Rutin
- Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
- Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
- Program Perencanaan Pembangunan Daerah
- Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya
Aparatur
- Program Peningk. Pengemb. Sistem Pelaporan
Capaian
d. Sistem nilai dan budaya petani
Indonesia
- Mereka
beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup
- Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika
terjadi bencana
- Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama
3.
Urbanisasi
a.
Pengertian
urbanisasi dan tanda tandanya
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi
kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan
menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah
peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan
jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan,
penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus
segera dicarikan jalan keluarnya. Tanda tandanya :
a. Terjadinya arus
perpindahan penduduk dari desa ke kota
b. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agraria di sektor sekunder (industri) dan sektor tersier (jasa);
c. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota
d. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai segi ekonomi sosial, kebudayaan dan psikologis.
b. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agraria di sektor sekunder (industri) dan sektor tersier (jasa);
c. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota
d. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai segi ekonomi sosial, kebudayaan dan psikologis.
b.
Sebab sebab terjadinya urbanisasi
a. Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
b. Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota;
c. Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota, sebagai akibat perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja.
b. Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota;
c. Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota, sebagai akibat perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja.
c.
Akibat terjadinya urbanisasi
a. Terbentuknya suburb
b. Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
c. Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
d. Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.
b. Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
c. Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
d. Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.
d. Menanggulangi urbanisasi
a. Lokal jangka pendek
b. Lokal jangka panjang
c. Nasional jangka pendek
d. Nasional jangka panjang
b. Lokal jangka panjang
c. Nasional jangka pendek
d. Nasional jangka panjang
4. Permasalahan yang terjadi pada
masyarakat kota dan masyarakat
desa
1.
Faktor
ekonomi : kemiskinan, pengangguran dll
2.
Faktor
budaya : perceraian, kenakalan remaja dll
3.
Faktor
bilogis : penyakit menular, keracunan makanan dll
4.
Faktor
psikologis : penyakit saraf, aliran sesat dll
5.
Apabila
anda tinggal di desa apakah anda ingin ke kota jelaskan
juga
alasannya
Iya, asalkan
mempunyai keahlian atau mempunyai ijazah pendidikan yang tinggi agar mudah
mencari pekerjaan dan tdak menjadi pengangguran di kota