Selasa, 17 Oktober 2017

tugas softskill



Aplikasi Komputer Untuk Apotek (AKUA) / Software Apotek

Software/Program Untuk Apotek

Adalah aplikasi untuk menangani manajemen inventori dan point of sales / kasir apotek, termasuk didalamnya informasi obat yang dijual, pembelian, penjualan, pembuatan surat pesanan, penanganan retur beli/jual, stok opname, histori transaksi yang sudah dilakukan, posisi stok, pembuatan laporan laporan dan lainnya.

Apotek Tanpa Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pengelolaan informasi apotek biasanya dikerjakan secara manual. Tanpa penggunaan SIM, maka pendataan transaksi jual beli dan inventori apotek dicatat dalam buku.
Kelemahan – kelemahan yang dapat ditemukan dalam kasus ini ialah :
* Membutuhkan waktu lebih lama dalam melayani transaksi pembayaran, karena harus dihitung secara manual atau dengan kalkulator.
* Memerlukan waktu untuk memantau inventori stok obat yang ada (stock opname).
* Memerlukan waktu dalam pembuatan laporan – laporan, karena karyawan harus membuka kembali data-data yang ada, sehingga pekerjaan menjadi kurang efektif.
* Kemungkinan adanya data – data yang hilang karena tidak / lupa tercatat.

Apotek Dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

SIM Apotek (Drugstore Software / Software Apotek / Perangkat Lunak Untuk Apotek) dibuat untuk menangani bagian point of sales kasir dan inventori dari suatu apotek, yaitu dengan cara menyediakan kemampuan untuk menangani transaksi beli dan jual secara resep dan non resep (untuk apotek yang merangkap sebagai swalayan) yang dibayar tunai ataupun kredit. Juga untuk menyajikan laporan laporan sehingga keputusan yang diambil manajer lebih tepat sasaran.
Sistem aplikasi ini dirancang untuk digunakan secara mudah baik dengan keyboard dan mouse atau dengan barcode scanner sebagai alat memasukkan data. Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat. Dengan banyaknya laporan yang disediakan, maka akan cukup untuk memenuhi lingkup proses di apotek. Masing masing tipe laporan tersebut bisa dihasilkan dengan rentang waktu yang flexible yang bisa ditentukan sendiri, sehingga memudahkan untuk pengamatan hasil kerja atau berjalannya manajemen dari apotek.
Kelebihan – kelebihan (lebih detail ada dibagian bawah) yang diperoleh apotek dengan menggunakan SIM ini adalah :
* Membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam melayani transaksi pembayaran, karena SIM atau mesin kasir dapat menghitung secara automatis
* Pemantauan inventori / stok obat yang ada dapat dilakukan secara cepat
* Pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran, misalnya pemilihan produk / obat obat mana saja yang lebih diperbanyak karena dengan menggunakan laporan statistik, bisa diketahui produk / obat obat mana saja yang paling diminati masyarakat (paling laris).

Penggunaan Aplikasi :

Aliran proses dari penggunaan SIM Apotik ini adalah, pengisian data, melakukan transaksi kemudian pembuatan laporan dan analisa statistik produk. Hak Akses untuk aplikasi bisa dibatasi dari menu sekuriti, sehingga sebagai misal tidak sembarang orang bisa melakukan transaksi penjualan, pembuatan laporan dan lain lain. Semua aktivitas dari setiap pengguna dalam pemakaian aplikasi ini tercatat secara rinci mendetail, dan hanya bisa dilihat oleh pengguna dengan hak administrator sehingga penyalahgunaan aplikasi bisa di minimalisir.

Manajemen Data :

Data data yang bisa di dimasukkan ke dalam sistem dan kemudian di pergunakan untuk mendukung kerja aplikasi adalah data Kategori Produk, data Supplier, data Produk, data Racikan, data Obat Sejenis (Alternatif), data Pelanggan, data Dokter dan data Instansi/Penjamin Pelanggan. Data data diatas harus diisi terlebih dahulu supaya transaksi bisa dilakukan dengan benar dan laporan bisa dibuat dengan baik.

Manajemen Transaksi :

Transaksi ada 2 macam yaitu Penjualan dan Pembelian. Tipe transaksi Penjualan terdiri dari 3 macam yaitu :
1. Penjualan Tanpa Resep, untuk apotek yang juga menjual selain obat dengan resep dokter
2. Penjualan Resep Tunai , untuk pelayanan resep dokter dengan pembayaran secara cash.
3. Penjualan Resep Kredit, untuk pelayanan resep dokter kepada pelanggan yang pembayarannya bisa dikredit atau pelanggan tersebut tagihannya ditanggung oleh perusahaan tempat dia bekerja.

Seluruh transaksi penjualan bisa digunakan secara multi entri, artinya bila sedang melayani seorang pelanggan, kemudian ada gangguan (misal dia hendak mengambil obat lain) sehingga belum bisa diselesaikan, kasir bisa membuka transaksi penjualan baru untuk pelanggan berikutnya. Saat pelanggan tadi kembali, transaksi untuk dia bisa dilanjutkan kembali atau bisa juga satu pelanggan hendak bertransaksi non resep dan resep secara sekaligus, maka kasir bisa membuka dua layar transaksi yaitu transaksi non resep dan transaksi resep tunai/kredit.
Tipe transaksi Pembelian juga terdiri dari 2 macam yaitu Pembelian Tunai dan Pembelian Kredit. Dari transaksi pembelian ini bisa diisikan nomer Batch dan expired date dari tiap produk yang dibeli.
Dari Penjualan dan Pembelian Secara kredit maka tentunya akan ada piutang maupun hutang, penanganan masalah piutang dan hutang yang sudah terlunasi juga bisa diakses dari manajemen transaksi ini.
15-04-2015 10-53-19
Klik gambar disamping untuk melihat gambar yang lebih besar, untuk melihat screen capture lain dari aplikasi bisa menuju halaman ini
Entri saat transaksi Penjualan maupun Pembelian, saat harus mengisikan kode produk bisa dilakukan dengan barcode scanner untuk memudahkannya, bisa juga dengan keyboard memilih daftar produk yang tersedia. Saat Transaksi jual akan ada option untuk memilih apakah akan mencetak bon atau tidak, seandainya tidak tercetak tapi ternyata dibutuhkan oleh client, maka bon bisa dicetak dengan utility re-print, sehingga bon bisa dicetak kapan saja.
Selain transaksi normal diatas, disediakan juga menu transaksi retur, baik untuk penjualan maupun pembelian, serta modul pemesanan yang akan membuat surat pesanan, dari pesanan ini bisa dirubah menjadi pembelian, saat pesanan tersebut tiba.

Laporan :

Laporan ada 3 macam yaitu Laporan Standar, Statistik / Analisa Trend dan Laporan Dengan Data Detail,

Laporan Standar terdiri dari 36 macam laporan, beberapa diantaranya yaitu :

  • Penjualan (informasi produk produk yang dijual di group per hari),
  • Penjualan/Kategori
  • Penjualan per pengentri/kasir (hasil penjualan, biaya jasa, retur)
  • Pembelian,
  • Kredit Jatuh Tempo (untuk pembelian produk secara kredit),
  • Keuntungan,
  • Hutang,
  • Piutang,
  • Stok Reorder (untuk informasi produk produk yang harus di order ulang),
  • Stok Opname (informasi produk produk yang dikurangi atau ditambahi secara manual saat stok opname),
  • Produk Expired,
  • Data Instansi,
  • Data Dokter,
  • Komisi Per Dokter,
  • Komisi Per Obat (untuk komisi akan ada data bila di data produk diisikan persentase komisi yang harus diberikan kepada dokter yang memberikan resep produk tersebut),
  • Pasien Per Dokter,
  • Data Pelanggan,
  • Data Supplier
  • Data Produk
  • Data Racikan
  • Data Obat Sejenis
  • Retur Penjualan
  • Retur Pembelian
  • Data Nilai Produk
  • Penjualan Resep Tunai Dengan Data Nomor Resep
  • Penjualan Resep Kredit Dengan Data Nomor Resep

Laporan Statistik

digunakan untuk mengamati pada periode periode yang dipilih, produk produk mana saja yang jumlah jual atau nilai jualnya yang paling baik, sehingga keputusan yang tidak merugikan untuk pengadaan suatu produk bisa dilakukan dengan mempertimbangkan minat masyarakat terhadap produk berdasarkan statistik yang dihasilkan tersebut, Sedangkan Analisa Trend digunakan untuk mengamati naik turunnya jumlah atau nilai jual dari setiap produk berdasar rentang waktu yang dipilih, baik secara per minggu (pengamatan per hari), per bulan (pengamatan tiap 10 hari ) dan per tahun (pengamatan per kuartal atau per bulan)

Laporan Dengan Data Detail

digunakan untuk melihat data pasien/pelanggan yang di kelompokkan per Dokter atau per Instansi, berguna untuk melihat berapa banyak pasien yang di tangani seorang dokter yang praktek di apotek atau untuk klaim biaya pada instansi yang bekerja sama dengan apotek.

Tools :

Disini adalah fitur fitur dari aplikasi untuk melihat aktivitas yang dikerjakan pada aplikasi ini atau untuk memaintenance aplikasi diantaranya adalah :
  • Sekuriti (untuk memberi hak akses kepada pengguna, apakah dia hanya bisa menangani transaksi penjualan saja, pembelian saja, apakah bisa membuat laporan dll),
  • Options (menu untuk setting aplikasi, misal nomer invoice berikutnya, alamat apotik, persentase PPn dll),
  • Aktivitas Pengguna yaitu History login (pencatatan tanggal dan jam pemakaian aplikasi oleh setiap pengguna),
  • Histori Pembelian baik secara transaksi (untuk melihat item item apa saja yang dibeli) maupun per-item (kapan saja item tersebut dibeli),
  • Histori Penjualan baik secara transaksi maupun per-item,
  • Histori Arus Barang yaitu informasi mendetail mengenai keluar masuk item barang
  • Histori Penghapusan Transaksi,
  • Histori Pemesanan (untuk melihat informasi pembuatan surat pemesanan ke supplier)
  • Histori Perubahan Harga
  • Stok Opname (penyesuaian jumlah produk yang dicatat dalam sistem dengan jumlah sebenarnya, baik penambahan maupun pengurangan),
  • Stok Reorder (informasi mengenai produk produk mana saja yang harus di order ulang)
  • Posisi Stok (semacam kartu stok yang akan menginfokan jumlah saat terjadi perubahan item baik pembelian, penjualan retur maupun stok opname)
  • Layar Peringatan/Alert, yaitu informasi mengenai item yang akan kadaluarsa dan harus di tambah karena memiliki jumlah dibawah batas stok minimal
Khusus untuk aplikasi single client maka ada menu khusus yaitu Compact Database (berguna untuk membuat database menjadi padat dan ukurannya menjadi lebih kecil sehingga operasi akan lebih cepat) dan Backup Database (menduplikasi database dan menyimpannya dengan nama lain). Untuk aplikasi multi client tidak diperlukan menu ini karena manajemen database dilakukan oleh software khusus.

Variasi Versi Software :

aplikasi SIM ini terdiri dari 2 versi yaitu versi single client (standalone) dan multi client , secara fungsional, fitur dan kemampuan 2 versi ini adalah sama, perbedaannya adalah :

Single Client/Standalone

aplikasi versi ini sebaiknya dipilih bila pekerjaan dan pemantauan keseluruhan sistem apotek dilakukan pada satu komputer saja, berguna untuk apotek apotek ukuran menengah ke bawah
database yang digunakan adalah database Microsoft Access, dengan data maksimum sebesar 1 Gigabytes

Multi Client

aplikasi ini dipilih bila pekerjaan dan pemantauan keseluruhan sistem apotek bisa dilakukan di lebih dari 1 komputer, dan komputer komputer ini terhubungan dengan jaringan ethernet, berguna untuk apotek berukuran menengah ke atas dengan banyak kasir. Database yang digunakan adalah database mySQL Server dengan kapasitas maksimum sangat besar hampir tidak terbatas sesuai kemampuan operating system
minimal pembelian 2 buah.

Kebutuhan Software :

Aplikasi ini membutuhkan sistem operasi yang berbasis windows mulai dari versi windows 98, ME, NT, 2000 hingga Windows 8, panduan instalasi disediakan dalam CD installer. Monitor yang digunakan adalah flexibel, tapi minimal sebaiknya harus mampu berada dalam resolusi 800×600 pixel. Khusus untuk aplikasi yang multi client maka operating system minimal adalah Windows 2000.

Kebutuhan Hardware :

Secara mendasar, aplikasi ini akan berjalan pada konfigurasi hardware komputer yang bisa mendukung sistem operasi diatas. Semakin cepat konfigurasi hardware komputer, maka semakin cepat pula aplikasi ini dapat berjalan. Main board/CPU yang digunakan harus memiliki port paralel (LPT) karena secara standar point of sales, pencetakan struk, menggunakan printer dengan sambungan paralel bukan USB, Printer yang sudah di tes berjalan dengan baik adalah Printer Epson LX-300, khusus untuk aplikasi multi client maka komputer yang digunakan harus dilengkapi dengan network card sehingga bisa terhubung dengan komputer lainnya dalam jaringan komputer.

Referensi : http://aespesoft.com/software-apotek/

Audit Teknologi Sitem Informasi



Audit Teknologi Sistem Informasi

Tugas 1 Softskill

1.              Apa yang dimaksud dengan audit ?
2.              Apa yang dimaksud dengan audit sistem informasi ?
3.              Apa tujuan dari audit ?
4.              Apa tujuan dari audit sistem informasi ?
5.              Apa saja pendekatan audit sistem informasi ?
6.              Apa saja aspek yang diperiksa dalam melakukan audit ?

Jawab

1)            - menurut Sukrisno Agoes, 2004 : audit adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan catatan akuntansi dan bukti pendukung, dalam rangka memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuagan.

-  Menurut Arens dan Lobbecke, 2003 : audit adalah proses pengumpulan, evaluasi bukti informasi yang dapat diukur oleh suatu entitas ekonomi. Untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

2)            - Audit sistem informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa suatu sistem informasi yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya

-  Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumber daya secara efisien

3)            – kelengkapan (completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukan.
-  Ketepatan (accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dalam tepat.
-  Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
-  Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa smua transaksi dicatat dalam tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar, serta penjumlahan saldo sudah dilakukan tepat.
Referensi : www.kajianpustaka.com

4)             1. Mengamankan Asset
Aset yang berhubungan dengan intalasi sistem informasi mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.
2.  Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti memiliki atribut : kelengkapan baik dan dipercaya, kemurnian dan ketelitian. Tanpa menjaga intregitas data organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
3.  Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user).

5)               1. Auditing around the computer
Merupakan suatu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai black box, maksudnya metode ini tidak menguji langkah-langkah proses secara langsung, tetapi hanya berfokus pada masukan dan keluaran dari sistem komputer.
2. Auditing through the computer
Merupakan suatu pendekatan audit yang berorientasi pada komputer dengan membuka black-box, dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam sistem komputer.
3. Auditing with the computer
Merupakan suatu pendekatan audit dengan menggunakan komputer sendiri (audit software) untuk membantu melaksanakan langkah-langkah audit. Auditing sistem informasi berdasarkan komputer terdiri dari penggunaan komputer itu sendiri, teknik auditing dengan metode ini sangat berguna selama pengujian substantif atas file dan record suatu perusahaan,

6)   1. Prosedur Pengukuran Resiko
       Standar pekerjaan lapangan kedua mengharuskan auditor untuk mendapatkan pemahaman atas entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internalnya serta bahan bukti untuk mengukur resiko salah saji material dalam laporan keuangan klien

2. Pengujian Pengendalian
Pemahaman auditor terhadap pengendalian internal digunakan untuk mengukur resiko pengendalian untuk setiap tujuan audit terkait transaksi. Tingkat resiko pengendalian yang ditetapkan harus dibatasi sampai tingkat yang didukung oleh bahan bukti yang diperoleh. Contohnya adalah hasil pengukuran atas tujuan akurasi untuk transaksi penjualan adalah rendah sedangkan untuk tujuan keterjadian adalah sedang.

3. Pengujian substantive Transaksi
Pengujian substantive merupakan prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji rupiah ( sering kali disebut salah saji moneter) yang secara langsung berpengaruh pada ketepatan saldo laporan keuangan. Tujuan pengujian substantive atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah diotorisasi dengan pantas, dicatat dan diiktisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku tambahan dengan benar.

4. Prosedur analitis
Prosedur analitis (pengujian analitis) adalah evaluasi atas informasi keuangan yang dilakukan dengan mempelajari hubungan logis antara data keuangan dan nonkeuangan. Meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat dengan ekspektasi auditor.

5. Prosedur Terperinci Saldo
Pengujian terperinci saldo memfokuskan pada saldo akhir buku besar baik untuk akun-akun neraca maupun laba rugi. Penekanan utama dalam sebagian besar pengujian atas perinci saldo adalah pada neraca. Pengujian terinci atas saldo akhir ini penting dalam pelaksanaan audit, karena dalam kebanyakan bagiaannya, bahan bukti diperoleh dari sumber yang independent dari klien dan dengan demikian dinilai berkualitas tinggi.