Selasa, 17 Oktober 2017

Audit Teknologi Sitem Informasi



Audit Teknologi Sistem Informasi

Tugas 1 Softskill

1.              Apa yang dimaksud dengan audit ?
2.              Apa yang dimaksud dengan audit sistem informasi ?
3.              Apa tujuan dari audit ?
4.              Apa tujuan dari audit sistem informasi ?
5.              Apa saja pendekatan audit sistem informasi ?
6.              Apa saja aspek yang diperiksa dalam melakukan audit ?

Jawab

1)            - menurut Sukrisno Agoes, 2004 : audit adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan catatan akuntansi dan bukti pendukung, dalam rangka memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuagan.

-  Menurut Arens dan Lobbecke, 2003 : audit adalah proses pengumpulan, evaluasi bukti informasi yang dapat diukur oleh suatu entitas ekonomi. Untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

2)            - Audit sistem informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa suatu sistem informasi yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya

-  Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumber daya secara efisien

3)            – kelengkapan (completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukan.
-  Ketepatan (accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dalam tepat.
-  Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
-  Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa smua transaksi dicatat dalam tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar, serta penjumlahan saldo sudah dilakukan tepat.
Referensi : www.kajianpustaka.com

4)             1. Mengamankan Asset
Aset yang berhubungan dengan intalasi sistem informasi mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.
2.  Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti memiliki atribut : kelengkapan baik dan dipercaya, kemurnian dan ketelitian. Tanpa menjaga intregitas data organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
3.  Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user).

5)               1. Auditing around the computer
Merupakan suatu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai black box, maksudnya metode ini tidak menguji langkah-langkah proses secara langsung, tetapi hanya berfokus pada masukan dan keluaran dari sistem komputer.
2. Auditing through the computer
Merupakan suatu pendekatan audit yang berorientasi pada komputer dengan membuka black-box, dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam sistem komputer.
3. Auditing with the computer
Merupakan suatu pendekatan audit dengan menggunakan komputer sendiri (audit software) untuk membantu melaksanakan langkah-langkah audit. Auditing sistem informasi berdasarkan komputer terdiri dari penggunaan komputer itu sendiri, teknik auditing dengan metode ini sangat berguna selama pengujian substantif atas file dan record suatu perusahaan,

6)   1. Prosedur Pengukuran Resiko
       Standar pekerjaan lapangan kedua mengharuskan auditor untuk mendapatkan pemahaman atas entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internalnya serta bahan bukti untuk mengukur resiko salah saji material dalam laporan keuangan klien

2. Pengujian Pengendalian
Pemahaman auditor terhadap pengendalian internal digunakan untuk mengukur resiko pengendalian untuk setiap tujuan audit terkait transaksi. Tingkat resiko pengendalian yang ditetapkan harus dibatasi sampai tingkat yang didukung oleh bahan bukti yang diperoleh. Contohnya adalah hasil pengukuran atas tujuan akurasi untuk transaksi penjualan adalah rendah sedangkan untuk tujuan keterjadian adalah sedang.

3. Pengujian substantive Transaksi
Pengujian substantive merupakan prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji rupiah ( sering kali disebut salah saji moneter) yang secara langsung berpengaruh pada ketepatan saldo laporan keuangan. Tujuan pengujian substantive atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah diotorisasi dengan pantas, dicatat dan diiktisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku tambahan dengan benar.

4. Prosedur analitis
Prosedur analitis (pengujian analitis) adalah evaluasi atas informasi keuangan yang dilakukan dengan mempelajari hubungan logis antara data keuangan dan nonkeuangan. Meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat dengan ekspektasi auditor.

5. Prosedur Terperinci Saldo
Pengujian terperinci saldo memfokuskan pada saldo akhir buku besar baik untuk akun-akun neraca maupun laba rugi. Penekanan utama dalam sebagian besar pengujian atas perinci saldo adalah pada neraca. Pengujian terinci atas saldo akhir ini penting dalam pelaksanaan audit, karena dalam kebanyakan bagiaannya, bahan bukti diperoleh dari sumber yang independent dari klien dan dengan demikian dinilai berkualitas tinggi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar