Audit Teknologi Sistem Informasi
Tugas 1 Softskill
1.
Apa
yang dimaksud dengan audit ?
2.
Apa yang
dimaksud dengan audit sistem informasi ?
3.
Apa
tujuan dari audit ?
4.
Apa
tujuan dari audit sistem informasi ?
5.
Apa
saja pendekatan audit sistem informasi ?
6.
Apa
saja aspek yang diperiksa dalam melakukan audit ?
Jawab
1)
-
menurut Sukrisno Agoes, 2004 : audit adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk
secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, laporan keuangan yang
disusun oleh manajemen dan catatan akuntansi dan bukti pendukung, dalam rangka
memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuagan.
Referensi : www.gurupendidikan.co.id
- Menurut Arens dan Lobbecke, 2003 : audit
adalah proses pengumpulan, evaluasi bukti informasi yang dapat diukur oleh
suatu entitas ekonomi. Untuk dapat menentukan dan melaporkan informasi sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan.
2)
-
Audit sistem informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan
dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa suatu sistem informasi yang
digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya
- Audit sistem informasi adalah proses
pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer
dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian
tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumber daya secara efisien
3)
–
kelengkapan (completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah
dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukan.
- Ketepatan (accurancy). Untuk memastikan
transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang
benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dalam tepat.
- Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
- Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan
bahwa smua transaksi dicatat dalam tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun
sesuai dengan angka-angka buku besar, serta penjumlahan saldo sudah dilakukan
tepat.
4)
1. Mengamankan Asset
Aset yang berhubungan dengan
intalasi sistem informasi mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak
(software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan
pendukung lainnya.
2. Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti
memiliki atribut : kelengkapan baik dan dipercaya, kemurnian dan ketelitian.
Tanpa menjaga intregitas data organisasi tidak dapat memperlihatkan potret
dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
3. Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan
efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Perlu upaya untuk
mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user).
5)
1. Auditing around the computer
Merupakan suatu pendekatan audit dengan
memperlakukan komputer sebagai black box, maksudnya metode ini tidak menguji
langkah-langkah proses secara langsung, tetapi hanya berfokus pada masukan dan
keluaran dari sistem komputer.
2.
Auditing through the computer
Merupakan suatu pendekatan audit yang
berorientasi pada komputer dengan membuka
black-box, dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam
sistem komputer.
3.
Auditing with the computer
Merupakan suatu pendekatan audit dengan
menggunakan komputer sendiri (audit
software) untuk membantu melaksanakan langkah-langkah audit. Auditing
sistem informasi berdasarkan komputer terdiri dari penggunaan komputer itu
sendiri, teknik auditing dengan metode ini sangat berguna selama pengujian
substantif atas file dan record suatu perusahaan,
Standar pekerjaan lapangan
kedua mengharuskan auditor untuk mendapatkan pemahaman atas entitas dan
lingkungannya, termasuk pengendalian internalnya serta bahan bukti untuk
mengukur resiko salah saji material dalam laporan keuangan klien
2. Pengujian Pengendalian
Pemahaman
auditor terhadap pengendalian internal digunakan untuk mengukur resiko
pengendalian untuk setiap tujuan audit terkait transaksi. Tingkat resiko
pengendalian yang ditetapkan harus dibatasi sampai tingkat yang didukung oleh
bahan bukti yang diperoleh. Contohnya adalah hasil pengukuran atas tujuan
akurasi untuk transaksi penjualan adalah rendah sedangkan untuk tujuan
keterjadian adalah sedang.
3. Pengujian substantive Transaksi
Pengujian
substantive merupakan prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji rupiah (
sering kali disebut salah saji moneter) yang secara langsung berpengaruh pada
ketepatan saldo laporan keuangan. Tujuan pengujian substantive atas transaksi
adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah diotorisasi
dengan pantas, dicatat dan diiktisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting
ke buku besar dan buku tambahan dengan benar.
4. Prosedur analitis
Prosedur
analitis (pengujian analitis) adalah evaluasi atas informasi keuangan yang
dilakukan dengan mempelajari hubungan logis antara data keuangan dan
nonkeuangan. Meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat dengan
ekspektasi auditor.
5. Prosedur Terperinci Saldo
Pengujian
terperinci saldo memfokuskan pada saldo akhir buku besar baik untuk akun-akun
neraca maupun laba rugi. Penekanan utama dalam sebagian besar pengujian atas
perinci saldo adalah pada neraca. Pengujian terinci atas saldo akhir ini
penting dalam pelaksanaan audit, karena dalam kebanyakan bagiaannya, bahan
bukti diperoleh dari sumber yang independent dari klien dan dengan demikian
dinilai berkualitas tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar