Selasa, 20 Desember 2016

kecerdasan buatan #TugasSoftskill2



Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence (AI)”

Merupakan suatu metode atau sistem pada suatu kontroller (komputer atau sejenisnya) yang digunakan dalam mengambil suatu keputusan atau melakukan suatu tindakan. Kecerdasan buatan atau sering disebut Artificial Intelegence (AI) dapat diartikan dalam beberapa pengertian sebagai berikut :
1.     Suatu cara yang sederhana untuk membuat komputer dapat “berpikir” secara inteligent
2.    Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari perancangan sistem komputer yang inteligent, yaitu suatu sistem yang meperlihatkan karakteristik yang ada pada tingkah laku manusia, seperti mengerti suatu bahasa, mempelajari,mempertimbangkan dan memecahkan suatu masalah.
3.    Suatu studi bagaimana membuat komputer dapat mengerjakan sesuatu, yang pada saat ini, orang dapat mengerjakan lebih baik
4.    Bidang ilmu komputer yang memungkinkannya untuk memahami, bernalar dan bertindak.


Tujuan Dari Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence (AI)”
Tujuan penggunaan sistem pengambil keputusan menggunakan kecerdasan buatan atau AI adalah :
1.     Untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
2.    Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja
Arah pengembangan dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI) pada suatu sistem pengambil keputusan memiliki 2 metode sebaga berikut :
1.     Mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah pada sistem kecerdasan buatan (AI) tanpa mengikuti cara manusia menyelesaikannya. Arah pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan metode ini adalah sistem pakar / expert systems.
2.    Mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah pada sistem kecerdasan buatan (AI) melalui pemodelan yang mengikuti cara berpikirnya manusia, atau cara bekerjanya otak manusia. Arah pengembangan kecerdasan buatan menggunakan metode seperti ini adalah sistem jaringan syaraf tiruan (neural networks).
Bidang-bidang Aplikasi Kecerdasan Buatan “Artificial Intelegence (AI)”
Menurut Elaine Rich : Masalah pada AI (Task Domain) :
Tugas Keduniaan (Mundane Task)
  • Perception: Vision, Speech Recognition
  • Natural Language: Understanding, Generation, Translation
  • Commonsense Reasoning
  • Robot Control
Tugas Formal (Formal Task)
  • Games (Chess, Backgamon, checkers,Go)
  • Mathematics (Geometry, Logic, Integral, Calculus, Proving properties of programs)
Tugas Ahli (Expert Tasks)
  • Engineering (Design,Fault Finding, Manufacturing Planning)
  • Scientific Analysis, Medical Diagnosis, Financial Analysis

Definisi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat AI, adalah suatu pengetahuan yang membuat komputer dapat meniru kecerdasan manusia sehingga diharapkan komputer dapat melakukan hal-hal yang apabila dikerjakan manusia memerlukan kecerdasan; misalnya.. melakukan penalaran untuk mencapai suatu kesimpulan atau melalukan translasi dari satu bahasa manusia ke bahasa manuasi yang lain.

Berbagai Definisi Artificial Intelligence menurut para Sumber:

1.    Schalkoff (1990) Artificial Intelligence adalah bidang studi yang berusaha menerangkan dan meniru perilaku cerdas dalam bentuk proses komputasi.
2.       Rich dan Knight (1991) Artificial Intelligence adalah studi tentang cara membuat komputer melakukan sesuatu yang sampai saat ini orang dapat melakukannya lebih baik.
3.  Luger dan Stubblefield (1993) Artificial Intelligence adalah cabang ilmu komputeryang berhubungan dengan otomasi perilaku yang cerdas.
4.      Haag dan Keen (1996) Kecerdasan Buatan adalah bidang studi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut dapat memfasilitasi proses pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan oleh manusia.

Tujuan Artificial Intelligence menurut Winston dan Prendergast (Tuban, McLean dan Wetherbe, 1990) bahwa:
1.         Membuat mesin lebih pintar.
2.         Memahami kecerdasan
3.         Membuat mesin lebih berguna

Sedangkan pada sekarang ini tujuan AI tidak sekedar membuat komputer dapat berfikir, akan tetapi juga dapat melihat, mendengar, berjalan, bermain dan bahkan merasakan.

O'Brien (2001) dalam bukunya pada halaman 371 menyebutkan atribut perilaku cerdas adalah
·         Berfikir dan Bernalar
·         Memakai penalaran untuk memecahkan persoalan
·         Menyerap dan menerapkan pengetahuan
·         Meperlihatkan kreativitas dan imajinasi
·         Bekerja dengan situasi yang kompleks dan membingungkan
·         Melakukan tanggapan dengan cepat dan berhasil terhadap situasi baru
·         Mengenali elemen-elemen yang relatif penting dalam suatu situasi
·         Menangani informasi yang rancu, tak lengkap atau salah
Nah, atribut-atribut inilah yang antara lain ingin diterapkan pada komputer.

Pertanyaannya adalah:
1.      Benarkah AI membuat komputer secerdas manusia?
2.     Benarkan komputer dapat melakukan hal-hal yang dijabarkan didepan?

Pertanyaan diatas ini sering muncul dan jawabannya adalah memang itulah yang diharapkan. Namun dalam prakteknya kecerdasan yang dimiliki komputer berbeda dengan kederdasan manusia. Komputer dapat menyelesaikan suatu persoalan yang apabila dikerjakan manusia memerlukan kecerdasan, tetapi cara yang dilakukan komputer tidak harus sama dengan cara manusia memecahkan persoalan tersebut.

Menurut Kaplan, diutarakan oleh Turban, McLean dan Wetherbe tahun 1999, pada halam 478, AI atau Artificial Intelligence mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan kecerdasan alami (Kecerdaran Manusia). Kelebihan tersebut dipaparkan sebagai berikut:

Ø  AI Lebih Bersifat Permanen
Ø  AI Menawarkan Kemudahan untuk digandakan dan disebarkan
Ø  AI dapat lebih murah daripada kecerdasan Alami
Ø  AI bersifat konsisten dan teliti
Ø  AI dapat didokumentasi

Penjabaran dari kelima kelebihan AI adalah:
1.  AI Lebih bersifat Permanen
Berbeda dengan AI, kecerdasan Alami yang dipunyai oleh seseorang tidak dapat disimpan. Ketika orang tersebut pindah kerja, pengetahuan yang dimilikinya ikut terbawa. AI lebih bersifat Permanen karena tetap ada sepanjang sistem komputer dan program masih terpelihara.
2.  AI Menawarkan Kemudahan untuk digandakan dan disebarkan
Pemindahan pengetahuan dari satu orang ke orang lain memerlukan waktu yang panjang dan bahkan mungkin pengetahuan itu tidak dapat diduplikasi secara lengkap. Adapun pengetahuan dalam sistem komputer mudah sekali untuk disalin dan dipidahkan ke sistem lain.
3.  AI dapat lebih murah daripada kecerdasan alami
Telah banyak dibuktikan bahwa biaya membeli jasa dengan komputer lebih murah daripada biaya untuk membiayai manusia yang melaksanakan tugas yang sama.
4.  AI bersifat Konsisten dan Teliti
Hal ini berbeda dengan manusia yang sering tak menentu atau tidak konsisten.
5.  AI dapat didokumentasi
Keputusan yang dibuat oleh komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara mencatat semua kegiatan yang dilakukan sistem. Kecerdasan alami sulit untuk didokumentasi.

Sebagai contoh, seseorang bisa jadi melakukan penyimpulan, tetapi pada saat yang lain mungkin tidak dapat melakukan kembali proses penalaran yang membimbingnya ke kesimpulan ataupun mengingat kembali asumsi-asumsi yang mendasari keputusan